Mengenal Hernia Pada Anak

HUMAS - RSUP Fatmawati

Wednesday, 08 April 2026 15:26 WIB

Responsive image

Gambar dari HUMAS RSUP Fatmawati

Hernia adalah Penonjolan kantong peritoneal melalui suatu celah/ defek pada dinding rongga abdomen. Hernia terjadi karena bawaan lahir ? adanya Lubang ( prosesus vaginalis) yang harusnya tertutup saat bayi berkembang tapi tetap terbuka. Klasifikasi hernia pada anak, terbagi 2 yaitu: 1). Reponibel ? Penonjolan viskus dapat dikembalikan ke dalam abdomen. 2). Irreponibel ? hernia yang mengalami komplikasi, terbagi 2 yaitu inkarserata dan strangulata. Hernia pada anak, Insidensi tertinggi terjadi pada tahun pertama dan kedua kehidupan anak (terutama 3 bulan pertama setelah lahir). Laki-laki > perempuan ? 10:1 , dimana hernia pada anak 60 % : dextra, 25 % : sinistra dan 15 % : bilateral. Hernia dapat didiangnosa dengan cara melihat adanya benjolan pada lipat paha yang hilang-timbul, timbul bila beraktivitas atau menangis dan hilang bila anak tidur/ berbaring. Besar benjolan bervariasi, Benjolan dapat mencapai skrotum (pada anak laki-laki) Pemeriksaan fisik ? Inspeksi tanda-tanda asimetri pada kedua inguinal, apakah ada massa Palpasi dengan menggunakan jari telunjuk atau kelingking melintang arah funikulus spermatikus di atas tuberkulum pubikum, kantong hernia (+) Reflek kremaster untuk membedakan dengan retraktil testis atau UDT Tatalaksana hernia dengan Tindakan operasi dilakukan sesegera mungkin ? risiko strangulasi. Tindakan herniotomi ? ligasi tinggi dan pengangkatan kantong hernia . Komplikasi operasi bisa saja terjadi seperti hematoma, adanya infeksi dan adanya kerusakan organ-organ pada funikulus spermatikus ? nekrosis atau atrofi testis Kesimpulan : Hernia terjadi karena kelainan anatomis. Satu-satunya cara untuk mengobati: operasi (herniotomi). Operasi bersifat elektif pada hernia reponibel (yang bisa keluar masuk) tapi lebih baik segera dikerjakan untuk menghindari hernia strangulata (terjepit) yang berisiko operasi emergensi dan tindakan lebih kompleks (pemotongan usus hingga pembuatan kantung usus di kulit). Prosedur herniotomi relatif sederhana dengan sayatan minimal, anak dapat pulang H+1 operasi. Ada risiko rekurensi hernia Referensi : 1. https://emedicine.medscape.com/article/932680-overview 2. https://publications.aap.org/pediatrics/article/152/1/e2023062510/192151/Assessment-and-Management-of-Inguinal-Hernias-in?autologincheck=redirected