Nutrisi Saat Puasa

HUMAS - RSUP Fatmawati

Friday, 06 March 2026 09:56 WIB

Responsive image

Gambar dari HUMAS RSUP Fatmawati

Selama puasa Ramadhan, waktu berpuasa sekitar 13 jam – 14 jam per hari. Cadangan gula darah di tubuh (otot dan hati) dipakai sebagai sumber energi. Apabila cadangan glukosa di hati habis, sumber energi diambil dari jaringan lemak dan protein. Manfaat puasa terhadap kesehatan, antara lain: 1). Menurunkan kolesterol total, LDL, Trigliserida, meningkatkan HDL. 2). Menurunkan Indeks Massa Tubuh (IMT), massa lemak, lingkar pinggang. 3). Menurunkan tekanan darah. 4). Menurunkan kadar gula darah. Makanan yang sering dikonsumsi saat puasa antara lain: Makanan berminyak, makanan berlemak, makanan tinggi gula, makanan tinggi tepung dan. rendah konsumsi serat. Aagar tetap sehat dan bugar saat berpuasa, ada beberap ahal yang harus dilakukan antara lain: menerapkan pola makan gizi seimbang, minum cairan yang cukup, tetap berolahraga, membatasi konsumsi manis, pemberian suplementasi vitamin dan mineral jika diperlukan dan istirahat yang cukup, Prinsip nutrisi saat bulan Ramadhan, antara lain : 1). Asupan kalori harian yang adekuat. 2). Mengonsumsi makanan gizi seimbang. 3). Makan berdasarkan piring Ramadhan. 4). Hindari konsumsi makanan tinggi gula setelah berbuka puasa dan diantara makan. 5). Mengonsumsi karbohidrat tinggi serat. 6). Hidrasi yang cukup. 7). Sahur tidak terlalu pagi. 8). Mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang saat sahur. 9). Berbuka puasa dengan minum air putih yang banyak dan kurma untuk meningkatkan kadar gula darah. 10). Memilih snack yang sehat. Prinsip pengaturan makan sahur : 1). Diakhirkan waktunya. 2). Harus makan yang cukup memberikan energi. 3). Pilih makanan yang lama untuk dicerna (makanan tinggi serat, lemak baik). 4). Cukup minum 3 gelas air. 5). Pilih sayur yang berkuah, 6). Hindari makanan yang asin. 6). Hindari lauk yang digoreng. Berikut ini adalah beberapa tips sehat makan sahur selama bulan ramadhan agar tubuh tetap bugar, diantaranya adalah :1. Mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum dan oat. 2. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan serat dan vitamin harian. 3. Perbanyak mengonsumsi air. 4. Perbanyak mengonsumsi protein untuk memperbaiki dan membangun jaringan tubuh dan meningkatkan imun tubuh. Tips berbuka puasa : makanlah secukupnya, jangan makan banyak makanan yang akan membuat perut terasa begah. Makanlah secukupnya secara bertahap, mulai dari air putih dan sedikit makanan manis. Hindari minuman kopi dan soda sebelum makan, karena dapat membuat perut terasa tidak nyaman. Mengunyah perlahan dengan baik dan nikmati setiap suapan agar dapat membantu proses pencernaan. Lima makanan yang harus dihindari saat puasa, yaitu : gorengan, makanan pedas, kopi, makanan dan minuman yang terlalu manis, dan makanan yang terlalu asin. Selain menghindari makanan-makanan di atas, ada beberapa hal sebaiknya diperhatikan saat sahur maupun berbuka puasa : • Makan secara perlahan, terutama saat berbuka puasa. Makan berlebihan bisa mengganggu metabolisme tubuh dan membuat kamu cepat mengantuk. Kondisi tersebut bisa mengganggu aktivitas kamu sehari-hari. • Awali dengan makanan ringan saat berbuka, seperti buah kurma, sup, kolak, atau makanan pembuka lainnya. Setelah itu, bisa dianjurkan mengonsumsi makanan utama. • Prioritaskan pilihan makanan sehat dan bergizi saat sahur dan berbuka. Sebisa mungkin batasi asupan gula, garam, kafein, gorengan, makanan berlemak, dan makanan berminyak. • Saat malam hari, dianjurkan untuk membagi pola makan menjadi tiga waktu untuk mencukupi kebutuhan nutrisi, yaitu saat berbuka, setelah salat Tarawih, dan sahur. Dengan mengonsumsi menu-menu diatas, diharapkan mampu memberikan tambahan energi kepada kita semua untuk mampu menjalani puasa.di bulan ramadhan ini, sehingga kesehatan dapat terus terjaga dan ibadah dapat terus berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Referensi : 1. Hamad Medical Corporation. Foods that should be avoided in Ramadan. 2022 2. Tips Makan Sahur Agar Tetap Sehat dan Bugar (kemkes.go.id) 3. The Diet Dynamics in Holy Month of Ramadan. Journal of Nutrition and Food Sciences. 2025