Waspada Hipertensi

HUMAS - RSUP Fatmawati

Tuesday, 20 January 2026 11:06 WIB

Responsive image

Gambar dari HUMAS RSUP Fatmawati

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang berkontribusi besar terhadap penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Kondisi ini sering disebut “silent killer” karena dapat berlangsung tanpa gejala hingga mencapai tahap komplikasi berat. Definisi Hipertensi Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik ?140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ?90 mmHg .Tekanan darah dihasilkan dari dorongan aliran darah terhadap dinding arteri dan dipengaruhi oleh kekuatan jantung memompa serta kelenturan pembuluh darah. Klasifikasi Hipertensi : • Normal: <120/80 mmHg • Prahipertensi: 120–139/80–89 mmHg • Hipertensi Stadium 1: 140–159/90–99 mmHg • Hipertensi Stadium 2: ?160/?100 mmHg Klasifikasi ini penting untuk penentuan penanganan klinis dan pencegahan komplikasi. Penyebab Hipertensi Secara umum penyebab hipertensi dibagi menjadi dua kategori : 1. HipertensiPrimer(Esensial) Tidak memiliki penyebab jelas, tetapi berkaitan dengan faktor gaya hidup dan genetik. 2. HipertensiSekunder Disebabkan oleh penyakit ginjal, gangguan endokrin, atau efek obat-obatan tertentu. Faktor Risiko Hipertensi : Usia, jenis kelamin, riwayat genetic, stres, obesitas, asupan garam berlebih, merokok dan kurang aktivitas fisik. Selain itu, konsumsi alkohol berlebihan dan pola makan rendah serat juga diakui sebagai faktor risiko penting dalam penelitian medis. Gejala Hipertensi Hipertensi sering tidak bergejala, tetapi beberapa pasien dapat merasakan keluhan seperti : Sakit kepala, pusing, penglihatan kabur atau berkunang-kunang, nyeri dada dan sesak napas. Gejala ini biasanya muncul ketika tekanan darah sangat tinggi atau sudah terjadi komplikasi. Komplikasi Hipertensi Jika tidak dikendalikan, hipertensi dapat menyebabkan kerusakan organ vital yang disebut target organ damage, termasuk : Stroke, Penyakit jantung coroner, Gagal jantung dan Gagal ginjal. Kondisi ini berpotensi fatal dan memerlukan intervensi medis jangka panjang. Pencegahan dan Pengendalian Hipertensi Pencegahan hipertensi dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup antara lain : Mengurangi konsumsi garam, Berolahraga teratur, Berhenti merokok, Menjaga berat badan ideal dan Mengonsumsi obat antihipertensi sesuai anjuran dokter. Pola Makan Sehat Berikut pola diet yang dianjurkan, Makanan dianjurkan: Sayur dan buah (bayam, brokoli, wortel, tomat, pisang, jeruk), Karbohidrat kompleks (beras, gandum, singkong), Protein rendah lemak (ikan, ayam, tahu, tempe, kacang-kacangan) dan Susu rendah lemak/yogurt . Makanan yang perlu dibatasi: Garam berlebihan, Makanan instan dan olahan (mi instan, sosis, nugget), Makanan asin, Gorengan dan Minuman manis dan bersoda ________________________________________ Referensi (Daftar Pustaka) 1. Whelton, P.K., et al. (2018). 2017 ACC/AHA Guideline for the Prevention, Detection, Evaluation, and Management of High Blood Pressure in Adults. Journal of the American College of Cardiology. 2. World Health Organization. (2023). Hypertension. Diakses melalui situs resmi WHO. 3. James, P.A. et al. (2014). 2014 Evidence-Based Guideline for the Management of High Blood Pressure in Adults. JAMA. 4. Mayo Clinic Staff. (2024). High blood pressure (hypertension). Mayo Clinic.