Hati - hati Kanker Hati

HUMAS - RSUP Fatmawati

Thursday, 15 January 2026 15:05 WIB

Responsive image

Gambar dari HUMAS RSUP Fatmawati

Kanker hati merupakan salah satu kanker dengan angka kematian tinggi di dunia. Jenis yang paling sering ditemukan adalah Hepatocellular Carcinoma (HCC), yaitu kanker yang berasal dari sel-sel hati. Di banyak negara Asia, termasuk Indonesia, tingginya infeksi hepatitis B dan C menjadi faktor utama meningkatnya insiden penyakit ini. Penyebab dan Faktor Risiko Kanker hati umumnya tidak muncul tiba-tiba. Banyak kasus diawali kondisi kerusakan hati kronis yang berlanjut menjadi sirosis. Beberapa faktor risiko yang telah terbukti meningkatkan kejadian kanker hati meliputi: 1. Infeksi Virus Hepatitis B dan Hepatitis C Menyebabkan peradangan hati kronis yang berujung sirosis. 2. Konsumsi Alkohol Jangka Panjang Merusak sel hati dan memicu fibrosis hingga sirosis. 3. Penyakit Hati Berlemak Non-Alkohol (NAFLD) Berkaitan dengan diabetes, obesitas, dan sindrom metabolik. 4. Paparan Aflatoksin Racun jamur pada bahan makanan (misalnya kacang dan jagung yang disimpan buruk). 5. Riwayat Keluarga dan Jenis Kelamin Laki-laki 6. Sirosis dari Penyebab Lain Seperti hemokromatosis, kolangitis sclerosing, dan autoimun hepatitis. Gejala Klinis Pada tahap awal, kanker hati sering tidak menimbulkan gejala, sehingga banyak ditemukan dalam stadium lanjut. Gejala yang mungkin muncul antara lain: 1). Nyeri atau rasa penuh di perut kanan atas. 2). Penurunan berat badan tanpa sebab jelas. 3). Nafsu makan menurun. 4).Mual/muntah . 5). Ikterus (kuning pada kulit dan mata). 6). Perut membesar akibat penumpukan cairan (asites). 7). Badan mudah lelah dan lemah Diagnosis Diagnosis kanker hati dilakukan melalui kombinasi: 1. Pemeriksaan Laboratorium Termasuk penanda tumor AFP (Alpha-Fetoprotein). 2. Pencitraan USG, CT-scan contrast, atau MRI untuk melihat karakteristik tumor. 3. Biopsi Hati Hanya dilakukan bila hasil pencitraan belum meyakinkan. Pilihan Terapi Pemilihan terapi bergantung pada ukuran tumor, jumlah lesi, fungsi hati, serta kondisi pasien. Beberapa pendekatan antara lain: 1). Reseksi bedah (pengangkatan sebagian hati). 2). Transplantasi hati. 3). Ablasi (RFA atau microwave). 4). TACE (Transarterial Chemoembolization). 5). Terapi target & imunoterapi Pada stadium lanjut, terapi bertujuan mengurangi progresi penyakit dan memperpanjang kualitas hidup. Pencegahan Pencegahan kanker hati sangat mungkin dilakukan melalui tindakan sederhana dan program kesehatan masyarakat: 1). Vaksinasi Hepatitis B. 2). Deteksi & pengobatan Hepatitis B/C. 3). Menghindari alkohol berlebihan. 4). Menjaga berat badan & kontrol diabetes. 5). Mencegah paparan aflatoksin melalui penyimpanan bahan pangan yang baik. 6). Skrining USG berkala bagi kelompok risiko tinggi Kesimpulan Kanker hati merupakan penyakit serius namun dapat dicegah. Risiko dapat diturunkan melalui vaksinasi, gaya hidup sehat, serta deteksi dini penyakit hati kronis. Edukasi masyarakat sangat penting karena sebagian besar pasien tidak mengetahui penyakitnya sampai stadium lanjut. ________________________________________ REFERENSI (Contoh gaya penulisan: APA) 1. World Health Organization. (2023). Hepatocellular carcinoma. WHO Cancer Fact Sheets. 2. International Agency for Research on Cancer. (2022). Global cancer observatory: Liver cancer. 3. Centers for Disease Control and Prevention. (2023). Hepatitis B and C: Risk, testing, and vaccination. 4. European Association for the Study of the Liver. (2018). EASL Clinical Practice Guidelines: Management of Hepatocellular Carcinoma. Journal of Hepatology. 5. Ministry of Health Republic of Indonesia (Kemenkes RI). (2022). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Hepatitis Viralnya di Indonesia. Kontributor: Humas dan Promkes – RS Fatmawati.